Kabupaten Ngada

Kabupaten Ngada

Kabupaten Ngada terletak dibagian tengah pulau Flores. Dengan ibukotanya adalah Bajawa. Mungkin dikalangan pariwisata kabupaten Ngada cukup dikenal baik apalagi kalau bicara kota Bajawa yang eksotis.

Kabupaten yang berbatasan dengan kabupaten Nagekeo dibagian timur, kabupaten Manggarai Timur dibagian barat, laut Flores dibagian utara dan laut Savu dibagian selatan. Kalau bicara kabupaten Ngada, tidak bisa lepas dari sektor pariwisata.

Kabupaten Ngada memiliki daya tarik wisata yang sangat terkenal baik didarat maupun dilaut. Kampung adat Bena dan kampung adat Wogo merupakan kampung adat terbesar dipulau Flores. Riung merupakan obyek wisata laut yang mendunia dikabupaten Ngada.

Kampung adat Bena terletak dibagian selatan kota Bajawa. Banyak hal yang menarik dari kampung ini. Mulai dari struktur bangunan, batu – batu megalit, bentuk halaman, tenun ikat dan lain – lain. Menarik juga untuk penelitian bagi mahasiswa.

Kampung adat Wogo berada di distrik Mataloko sebelah timur kota Bajawa. Kampung ini telah direnovasi untuk menyelamatkan keaslianya. Hampir sama dengan kampung adat Bena namun ada beberapa bagian yang sedikit berbeda.

Kedua kampung adat diatas merupakan sampel dari sekian banyak kampung – kampung adat di kabupaten Ngada. Memang kabupaten Ngada merupakan salah satu kabupaten yang paling banyak rumah adat di pulau Flores bahkan di Indonesia. Ini yang membuat kabupaten Ngada disebut sebagai kabupaten kampung adat. Karena begitu banyak kampung – kampung adatnya.

Riung adalah salah satu distrik dari kabupaten Ngada. Terletak di bagian utara kabupaten Ngada. Riung terkenal karena 17 pulaunya yang sangat menawan. Menjadi tempat diving yang sangat baik karena memiliki keindahan karang dan jenis ikan.

Pulau – pulau di Riung selalu menjadi tempat kunjungan wisata setiap hari. Dengan pantai – pantai yang indah, maka pengunjung sering melakukan rekreasi dipantai – pantai yang berpasir putih. Cocok sekali untuk kemping atau berkemah. Dipesisir pantai terdapat burung Kalong yang bergantung pada pohon bakau. Bisa dilihat dari dekat menggunakan perahu.

Untuk kegiatan wisata harian, maka pengunjung menggunakan kapal angkutan wisata dari kampung Riung. Asosiasi angkutan wisata merupakan kelompok komunitas yang menangani pelayanan wisata ke 17 pulau. Jasa diving bisa langsung dengan operator lokal yang ada disana. Namun mesti dibukukan jauh sebelum berkunjung untuk mengamankan jadwal.

Karena alat – alat diving yang terbatas dan dive master juga terbatas maka wisatawan diharapkan membukukan terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan wisata. Kami biasanya merangkum kegiatan ke Riung dalam wisata pulau Flores. Karena Riung selalu menjadi jadwal dalam perjalanan wisata pulau Flores.

Kampung Riung memiliki fasilitas yang pariwisata. Sehingga wisatawan selalu menginap semalam sebelum kembali ke Bajawa atau melanjutkan perjalanan ke bagian timur. Memang fasilitasnya tidak berbintang namun sangat layak untuk dihuni.

Hotel, restaurant, dive operator, kapal wisata, penyewaan alat – alat snorkeling bisa langsung ditemukan dikampung Riung. Selain wisata laut, di Riung juga sangat cocok untuk kegiatan treking pendek karena banyak bukit – bukit disekitarnya. Mungking hanya mmbutuhkan waktu 1 jam atau lebih ke puncak bukit. Untuk melihat pemandangan 17 pulau dan laut Flores.

Disebelah barat kampung Riung, terdapat cagar alam yang melindungi binatang Komodo. Memang binatang Komodo tidak hanya hidup di taman nasional Komodo namun juga beberapa wilayah pulau Flores. Salah satunya adalah Riung.

Komodo di Riung sering disebut sebagai Komodo Riung. Sama seperti binatang Komodo di taman nasional Komodo hanya berbeda dalam ukuran. Komodo Riung berukuran kecil dan warnanya mencolok. Ini karena perbedaan sumber makanan dari binatang tersebut. Sebab binatang liar yang menjadi mangsa mereka sulit didapatkan pada pulau yang besar.

Pada saat ini Komodo Riung dilindungi sebagai salah satu binatang reptil yang tersisa dimuka bumi. Cagar alam Riung telah melakukan perlindungan bagi satwa liar disana. Ini demi keselamatan binatang Komodo dan binatang liar lainya.

Untuk melihat Komodo Riung, sangat membutuhkan waktu khusus karena sulit untuk ditemukan. Mesti membutuhkan teknik khusus untuk melihat binatang Komodo. Pemandu lokal bisa membantu pengunjung untuk ekplorasi satwa – satwa disana.

Kota Bajawa selain sebagai kota kabupaten Ngada, kota kecil ini memiliki daya tarik wisata yang menakjubkan. Kota yang terletak pada lembah gunung yang bentuknya seperti kuali sangat mempesona jika dilihat dari sekeliling gunung yang melingkari kota Bajawa.

Terutama pada pagi hari karena hampir seluruh kota ini tertutup awan, seolah – olah tidak ada penghuninya. Kota Bajawa memiliki banyak akomodasi dan rumah makan. Memang tidak berbintang namun semua penginapan layak huni. Rumah makan bisa ditemukan dengan mudah. Masakan Padang, Minang, Jawa, China dan sedikit Eropa mudah ditemukan.

Di kabupaten Ngada, atraksi yang sering dijumpai adalah tarian adat. Hampir disetiap seremoni selalu menyuguhkan berbagai jenis tarian adat. Ini menunjukan bahwa kabupaten Ngada merupakan salah satu kabupaten atau setingkatnya masih mempertahankan kebudayaan aslinya.

Tarian adat yang di ikuti lagu – lagu daerahnya selalu disuguhkan dalam berbagai acara. Tetapi tidak karena wisatawan tetapi karena ini menjadi bagian dari setiap sanubari masyarakatnya. Ketika wilayah lain terhendus oleh modernisasi namun kabupaten Ngada tetap menjalankan keaslian budayanya.

Menarik tentang budaya kabupaten Ngada, untuk dipelajari lebih dalam dari setiap sudut kampung – kmapungnya. Mungkin dibutuhkan pembahasan lanjutan pada bagian lain.

Tenun ikat lokal selalu menjadi warna tersendiri dari kabupaten Ngada. Kain tenunan kabupaten Ngada dengan motif warna yang mencolok menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung atau wisatawan. Biasa digunakan sehari hari terutama pada saat melakukan seremoni adat.

Soa merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik. Karena memiliki sumber air panas yang terbesar di pulau Flores bahkan di propinsi Nusa Tenggara Timur. Permandian air panas ini langsung pada sumber mata airnya. Ini hanya membutuhkan satu jam perjalanan dari kota Bajawa.

Yang menarik dari kehidupan masyarakatnya adalah proses penyulingan alkohol di distrik Aimere. Penyulingan itu dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai pekerjaan harian. Sumbernya berasal dari buah pohon lontar. Jus buah pohon lontar disuling dengan cara tradisional untuk menjadi “SOPI”.

Sopi adalah sebutan bagi masyarakat Flores untuk minuman beralkohol yang sudah diproses dari jus buah pohon lontar. Pengunjung dapat dengan mudah menemukanya saat melintasi perjalanan darat pulau Flores. Karena masyarakat setempat menjualnya dipinggir jalan dengan botol. Jika ingin melihat proses penyulingan maka pengunjung harus singgah disalah satu rumah masyarakat setempat.

Untuk mencapai kabupaten Nagda, sangat mudah karena hampir seluruh akses jalanya menjadi bagian dari trans Flores. Sehingga mudah dicapai melalui darat dari berbagai kota kabupaten di pulau Flores.

Sedangkan transportasi udara dilayani setiap hari dibandar udara Soa. Soa adalah adalah salah satu distrik dari kabupaten Ngada. Terletak disebelah timur kota Bajawa. Penerbangan terkoneksi melalui Kupang atau Labuan Bajo untuk mencapai atau melanjutkan penerbangan ke daerah lain di Indonesia.

Sedangkan pelabuhan laut hanya dilayani dengan kapal Fery dipelabuhan distrik Aimere. Tetapi ini hanya menghubungkan kota Kupang ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur dipulau Timor. Jadwal juga tidak dilayani setiap hari.

Untuk informasi lengkap wisata kabupaten Ngada, bisa didapatkan pada agen loka pulau Flores. Selalu saya sampaikan bahwa semua kegiatan wisata disetiap kabupaten di pulau Flores selalu menjadi bagian dari wisata pulau Flores. Pariwisata Flores merupakan kumpulan dari seluruh obyek – obyek wisata yang ada disetiap kabupaten.