Kabupaten Manggarai

Kabupaten Manggarai

Kabupaten Manggarai merupakan induk dari kabupaten Manggarai Timur dan kabupaten Manggarai Barat. Berbatasan langsung dengan kedua kabupaten tersebut dibagian timur dan barat. Sedangkan utara berbatasan dengan laut Flores dan selatan berbatasan dengan laut Savu.

Terbentuk sejak 1958, kabupaten Manggarai merupakan salah satu kabupaten tertua di pulau Flores bahkan di propinsi Nusa Tenggara Timur. Berdiri hampir bersamaan dengan berdirinya propinsi NTT. Tetapi karena kurangnya perhatian sejak ordebaru maka pembangunan infrastruktur baru mulai muncul sejak era reformasi.

Kini kabupaten Manggarai sudah memiliki fasilitas dan daya dukung yang cukup memadai. Namun tidak semua wilayah tersentuh pembangunan. Berbagai alasan memang benar karena geografis wilayah ini adalah pegunungan dan bukit. Sehingga ada sebagian wilayah terpencil yang sulit dibangun. Tetapi pada umumnya sudah memenuhi pelayanan masyarakat.

Jika berbicara orang Manggarai maka kabupaten Manggarai menjadi cikal bakalnya karena pemisahan ketiga kabupaten dari kabupaten induk merupakan batas administrasi saja. Sedangkan berkaitan dengan budaya dan tradisi serta bahasa lokal yang digunakan masih merupakan satu rumpun yang sama.

Ibukota kabupaten Manggarai adalah kota Ruteng. Kota Ruteng berada diketinggian 1.400 meter diatas permukaan air laut. Kota yang dibentuk sejak jaman penjajahan Belanda merupakan kota yang unik dan menarik untuk dikunjungi.

Tidak salah jika kota Ruteng menjadi kota sejuk dan menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Sebagai pusat pemerintahan daerah Manggarai, kota Ruteng memiliki infrastruktur yang memadai termasuk untuk kepariwisataan. Dikota Ruteng ada banyak hotel berskala menengah dengan fasilitas yang memadai.

Jika berbicara pariwisata, maka kabupaten Mnaggarai sudah dikenal sejak lama. Wisatawan sudah mulai melakukan perjalanan diwilayah ini sejak 1980 an hingga saat ini. Ada banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Mungkin banyak yang sudah mengenal kampung primitif Wae Rebo. Kampung adat Wae Rebo berada di kabupaten Manggarai dibagian selatan. Kampung yang memiliki keunikan dengan keaslianya serta berlokasi jauh dari pemukiman masyarakat pada umumnya.

Membutuhkan waktu 2 jam untuk mencapai kampung ini dari tempat dimulainya perjalanan yaitu kampung Denge. Dengan berjalan kaki atau pendakian melintasi hutan rimba dan perbukitan yang belum tersentuh manusia. Perjalanan ini sangat cocok bagi wisatawan yang suka akan petualangan. Ya,,, lebih banyak untuk mendamaikan hati dan alam.

Kampung Wae Rebo merupakan salah satu destinasi terbaik saat ini untuk kabupaten Manggarai. Pada saat ada banyak wisatawan berkunjung kesana hampir setiap hari. Untuk mencapai kesana membutuhkan kendaraan dengan kondisi baik atau juga off road. Karena masih banyak jalan yang rusak dan hingga kini belum diperbaiki.

Pegunungan Mandosawu adalah salah satu hutan hujan tropis dan menarik dikunjungi karena memiliki burung endemik. Jika wisatawan tertarik atau memiliki minat khusus untuk burung, maka pegunungan Mandosawu akan menjadi pilihan terbaik. Sekalian bisa melihat vegetasi wilayah tropis.

Ulumbu adalah salah satu pembangkit listrik terbesar di propinsi Nusa Tenggara Timur yang letaknya di kabupaten Manggarai. Ulumbu merupakan sumber uap dari perut bumi yang tidak pernah berhenti dengan sumber panas alam. Obyek wisata Ulumbu belum banyak dikunjungi oleh wisatawan karena akses bagian selatan belum memadai.

Letaknya di distrik Satar Mese atau dikota kecamatan Iteng. Tempat ini juga menjadi tempat mandi karena airnya hangat. Sebab sungai ini melintasi area sumber panas bumi. Jika dikemas dengan baik, maka ini adalah salah satu obyek wisata terbaik kabupaten Manggarai.

Irigasi Satar Mese merupakan kombinasi wisata yang baik jika digabungkan dengan wisata Wae Rebo dan Ulumbu. Ini akan menjadi daya tarik yang luar biasa jika akses selatan memadai dari kedua kabupaten yaitu; Manggarai Timur dan kabupaten Manggarai.

Tepat diwilayah kecamatan Satar Mese bagian barat terdapat kampung adat yang terkenal sejak jaman Belanda yaitu kampung adat Todo. Kampung adat ini merupakan bekas pusat kerajaan Manggarai pada masa penjajahan Belanda.

Rumah adat yang unik dengan struktur bangunan asli serta batu batu megalit menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Tenun ikat dapat dijumpai disana dengan motif Manggarai yaitu berwarna warni. Sangat mudah untuk mencapai kampung adat Todo karena akses dari jalan utama cukup baik.

Singkatnya bahwa wilayah selatan kabupaten Manggarai merupakan pusat destinasi pariwisata. Ini menjadi bagian obyek obyek utama dalam wisata pulau Flores secara keseluruhan. Dan ini sangat baik jika digabungkan dengan paket wisata taman nasional Komodo. Karena aksesnya sangat dekat jika digabung menjadi kegiatan tambahan setelah wisata Komodo.

Disekitar kota Ruteng wisatawan dapat dengan mudah melihat rumah adat kembar yaitu Ruteng Pu’u yang terletak dalam kota. Struktur bangunan yang menarik karena bentuk ekterior dan interior yang mengagungkan. Juga bangunan batu megalit disekitar halaman.

Disebut kembar karena kedua bangunan rumah adat itu memiliki struktur bangunan yang sama tetapi berbeda dalam fungsi oleh masyarakat setempat. Rumah adat Ruteng Pu’u menjadi representasi rumah adat orang Manggarai jika hanya mengunjungi kota Ruteng. Sebab beberapa rumah adat harus ekplorasi kewilayah pedesaan.

Karena kota Ruteng dibentuk oleh Belanda, maka peninggalan Belanda masih terlihat yaitu Katedral dioses Ruteng. Katedral ini dibangun tahun 1925 sebagai cikal bakal masuknya Katholik diwilayah ini. Hingga kini Katedral ini masih berdiri kokoh sebagai kenangan masuknya ajaran Khatolik diwilayah barat pulau Flores.

Walaupun saat ini tidak digunakan lagi karena sudah memiliki katedral baru, tetapi situs ini tetap dipertahankan sebagai sebuah sejarah bagi generasi mendatang.

Tidak jauh dari kota Ruteng, wisatawan bisa mendaki atau dengan kendaraan ke bukit Golo Curu. Kini tempat ini digunakan oleh penganut Khatolik untuk melakukan seremoni pada masa Paskah untuk mengenang kisah kesengsaraan Yesus.

Jika cuaca baik maka disini merupakan tempat untuk melihat pemandangan yang spektakuler. Dapat melihat seluruh kota Ruteng dengan latarbelakang pegunungan Mandosawu. Pemandangan yang spektakuler bisa dilihat dari puncak dan sekaligus tempat berdoa bagi kalangan Khatolik.

Disekitar kota Ruteng, wisatawan dapat melihat pemdangan persawahan. Juga tanaman perkebunan seperti kopi, cengkeh, Coklat, Vanila dan lain – lain. Karena wilayahnya subur, maka kabupaten Manggarai mengandalkan perkebunan dan pertanian sebagai sektor andalan.

Untuk mencapai wilayah Manggarai bisa diakses dari berbagai kabupaten di pulau Flores. Transportasi dari kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai Barat sangat mudah dan dilayani setiap jam hingga malam hari.

Untuk transportasi laut, hanya memiliki pelabuhan laut di Reo, bagian utara kabupaten Manggarai. Tetapi kebanyakan kapal – kapal dagang yang masuk dan keluar karena pelabuhan Reo merupakan pintu masuk utama distribusi barang dan jasa bagi wilayah ini.

Akses dari kota Ruteng menuju ke distrik Reo sangat mudah karena jalan sudah aspal dengan baik. Ini merupakan jalur untuk alternatif untuk ekplorasi wilayah utara kabupaten Manggarai. Sedangkan jalur pantai utara pulau Flores belum rampung dikerjakan.

Transportasi udara yang menghubungkan berbagai kota di propinsi NTT dan kota lain di Indonesia melalui bandara Frans Sales Lega dikota Ruteng. Tetapi karena letak kota Ruteng yang berada diketinggian 1.400 meter diatas permukaan air laut sehingga terkadang harus terjadwal sesuai dengan cuaca.

Untuk koneksi keluar NTT maka bandara Komodo Labuan Bajo dan bandara Eltari Kupang menjadi tempat transit bagi penumpang sebelum melanjutkan atau sebelum masuk kekota Ruteng.

Jika ingin mendapatkan informasi wisata untuk liburan ke wilayah ini bisa menghubungi agen lokal pulau Flores. Wilayah kabupaten Manggarai bisa dikemas dalam paket wisata Komodo Flores atau paket wisata Flores Komodo.