Pariwisata Indonesia

Pariwisata Indonesia – IMF Bali 2018

Pertemuan IMF Bali 2018 tentu akan sangat menguntungkan berbagai sektor ekonomi Indonesia. Termasuk salah satunya adalah Pariwisata Indonesia karena kegiatan IMF akan membuat Indonesia akan semakin dikenal oleh wisatawan dari berbagai negara. Alasanya jelas bahwa dengan kunjungan puluhan ribu peserta IMF dari berbagai negara didunia tentu merupakan bentuk pengenalan pariwisata Indonesia.

Ini sebuah moment penting yang perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat karena bisa mendatangkan keuntungan berbagai sektor terutama sektor pariwisata. Jika ini dimanfaatkan dengan baik maka bukan tidak mungkin investasi akan meningkat dibeberapa sektor. Saya berharap agar pertemuan IMF Bali 2018 berjalan dengan aman.

Menjadi tuan rumah pertemuan berskala internasional merupakan moment penting dan bersejarah sehingga menjadi ajang yang sangat penting bagi pertumbuhan perekonomian sebuah negara. Untuk menjadi tuan rumah pertemuan internasional tentu dipertimbangkan berbagai aspek pada negara tujuan. Kelayakan Indonesia menjadi tuan rumah dalam pertemuan IMF Bali 2018 harus menjadi era baru pergeseran ekonomi Indonesia.

Ditengah bangsa Indonesia mengalami bencana gempa di kota Palu dan kota – kota lain namun dunia internasional yakin akan pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan IMF Bali 2018. Ini artinya bahwa Indonesia saat ini sangat diakui oleh dunia internasional dalam bidang ekonomi dan keamanan. Dengan pertemuan IMF Bali 2018, maka pengakuan dunia internasional terhadap kondisi Indonesia sudah pada posisi yang aman.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat menguntungkan baik langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan IMF Bali 2018. Tentu dengan kedatangan peserta IMF Bali 2018 dengan jumlah 34.000 peserta maka obyek – obyek wisata Indonesia semakin dikenal pada wisatawan mancanegara. Kegiatan IMF Bali 2018 merupakan salah satu ujung tombak pemasaran pariwisata Indonesia.

Memang kehadiran peserta saat ini tentu tidak dirasakan oleh semua perusahan jasa wisata, hotel, restaurant dan yang lainya. Ini hanya karena peserta yang hadir adalah semua fokus pada kegiatan pertemuan bank dunia. Namun, dengan kehadiran lebih dari 40.000 peserta akan memberikan harapan baru bagi pariwisata Indonesia.

Sekarang memang tidak terasa oleh seluruh masyarakat namum pada saat yang akan datang bisa mendapatkan kesempatan dari wisatawan yang hendak berkunjung ke Indonesia. Jika ini akan berpengaruh terhadap daya promosi pariwisata Indonesia, maka kesiapan perusahan jasa wisata untuk menerima wisman pada waktu yang akan datang dari berbagai negara perlu dibenahi terutama diwilayah yang dalam banyak aspek belum siap. Baik infrastruktur maupun SDM.

Peserta IMF Bali 2018, akan menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia sesuai dengan keinginan mereka untuk mengisi waktu senggang. Contoh saja, peserta yang masuk ke taman nasional Komodo dan pulau Flores mencapai 3000 orang. Semua peserta yang masuk ke kawasan taman nasional Komodo adalah peserta yang ingin melihat binatang Komodo pada habitat aslinya.

Penangananya dilakukan oleh beberapa agent yang telah ditentukan sesuai dengan kerjasama antar biro perjalanan. Umumnya yang mengurus perjalanan ke taman nasional Komodo dan pulau Flores ditangani oleh biro perjalanan Bali dan pulau Jawa. Sedangkan travel agen lokal dari NTT adalah penanganan operasional saja karena seluruh transaksi sudah diatur oleh sistem yang telah dibangun pada otoritas dan agen di Bali.

Sebenarnya bukan siapa atau agen mana yang menangani peserta IMF namun yang paling penting adalah kesiapan semua pihak dalam menerima peserta tersebut. Agar mereka mendapatkan kesan yang baik setelah mereka pulang ke negaranya. Karena ini adalah kata kunci jika ingin kegiatan internasional ini akan berdampak pada baik untuk pariwisata Indonesia.

Untuk taman nasional Komodo dan pulau Flores pada saat ini sudah bisa dikategorikan cukup baik untuk melayani wisatawan. Karena penerbangan dari Bali ke Labuan Bajo dilayani oleh beberapa penerbangan domestik. Hotel berbintang, restauran, kapal wisata dan live aboard cukup memadai. Mungkin pembenahan kedepan adalah peningkatan sumber daya manusia.

Pada saat ini memang kesiapan berbagai infrastruktur diwilayah taman nasional Komodo dan kota Labuan Bajo telah memenuhi standar pelayanan pariwisata yang modern. Sehingga wisatawan tidak mendapat kesulitan jika ingin mengunjungi kedua destinasi tersebut.

Akhirnya pelaku pariwisata berharap bahwa dengan kegiatan IMF Bali 2018, akan berdampak positif bagi pariwisata Indonesia terutama pulau Flores dan taman nasional Komodo pada waktu yang akan datang. Semua praktisi, pelaku bisnis pariwisata dan masyarakat optimis bahwa pertemuan IMF Bali akan membawa berkah bagi pariwisata Flores Komodo. Sehingga peningkatan kunjungan wisatawan ke pulau Flores dan taman nasional Komodo menjadi kenyataan.

Selamat datang ke taman nasional Komodo dan pulau Flores. Wisata Komodo dan wisata pulau Flores merupakan salah satu destinasi andalan propinsi NTT dan Indonesia.